BREAKING NEWS

Selasa, 19 Juli 2016

TUHAN JADIKAN DIA JODOHKU

Sore yang melelahkan begitu banyak kesibukan di minggu-minggu ini untuk ku anak ramaja yang tak begitu menyukai berada dirumah terlalu lama, di usia yang seharusnya bersenang senang dengan teman teman,yang hoby ngegosipin cowo jaman sekarang, ngisahin cerita cinta monyet dengan sahabat sahabat, bagiku masa yang gak begitu penting  itu hanya membuang buang waktu saja. Aku lebih suka bekerja meski hasilnya tak seberapa dari pada dirumah hanya makan tidur saja. Riana Santika dewi nama panggilanku yang tak begitu ada maknanya ini tapi lumayan cantik sih...Banyak yang bilang aku remaja manis dengan kulit sawo matang dengan tinggi ku sekitar 160cm jilbab adalah pilihaku untuk menutup rambut ikalku karena nasihat mama yang selalu ku ingat "pakailah jilbab untuk menutupi rambutmu,dan auratmu" seperti yang sudah dikodratkan Allah wanita wajib menutup auratnya. Meski aku tak sebegitu pandai tentang agama islam tapi aku tak mau berhenti begitu saja untuk mendalaminya islam yang membuatku semakin kagum akan kebesaran sang pencipta.
                               
***

Peradaptasian yang masih canggung ini membuatku tak begitu banyak mengeluarkan suara,aku pun bingung sendiri apa yang harus kukerjakan karena kulihat terlalu mereka terlalu sibuk untuk menyambutku dn memberitahuku....

“Hay mbak,kenalin aku Gunawan salah satu pegawai disini” ucap cowok yang mengulurkan tangannya memperkenalan diri.
“Hay juga, saya riana pegawai baru yang baru aja datang” sahutku sambil membalas uluran tangan cwok yang memperkenalkan diri itu secara tiba tiba.
“Kalo perlu bantuan bilang aja mbak sama saya, kalo keberatan membawa barang barang ini panggil aja saya mbak” ujarnya sambil senyuman manis karena lesung pipi kanannya. 

Aku hanya membalas dengan senyuman.pekerjaan yang tak begitu berat bagiku tak sebanding dengan perkerjaanku yang dulu, seakan aku akan bertahan disini cukup lama. Ternyata dia cowok yang tak menyebalkan malah semakin hari ada sesuatu yang aneh sesuatu yang menggelisahkan hati setiap kali wajah Gunawan belum terlihat olehku, perkenalan yang tak pernah ku sangka itu ternyata membawa kami semakin dekat membuat aku merasa begitu nyaman berada di dekatnya sikapnya yang lembut bibirnya yang selalu tersinggung manis itu membuatku semakin terbuai, tingkahnya yang terkadang konyol, bodoh, kaya anak kecil itu selalu bisa membuatku tertawa terbahak bahak, ternyata menyenangkan kenal dengannya..

Tuhan Jadikan Dia Jodohku Karya Nova Andriana

“Wan angkatin nie barang dong” ucapku memnta bantuanya 
“Iya sayang’’ucapnya meledek. 

Tapi entah kenapa kata sayangnya menyentuh sampai ke hati sepertinya aku jatuh cinta kepadany,khayalan yang tak mungkin jadi kenyataan ini segera ku buyarkan mana mungkin aku bisa menggeser seseorang yang sudah lama memiliki hatinya,aku yang pendatang baru di hidupnya mana mungkin bisa merebut hati yang sudah ada pemiliknya itu,.perasaan yang gak bisa kukatakan mana mungkin sanggup aku mengatakanya bahwa aku mencintainya sedangkan dia sudah memiliki.
       
“Tuhan jadikanlah dia jodohku, jadikanlh dia imam sholatku, yaaa Allah seperti dia lah sosok suami yang selama ini aku cari, meski dihatinya sudah ada pemiliknya sekarang tapi tak ada yang tak mungkin jika engkau telah meridhoiny, meski tidak sekarang engkau mengabulkan doaku tapi aku akan terus menunggu sampai saat itu tiba” Doa yang selalu ku panjatkan disetiap sholatku aq tak pernah menyerah berdoa masih ada kesempatan sebelum janur kuning melengkung aku terus berdoa dan berikthiar disetiap sholat dhuha dan tahajudku..

Setelah selesai sholat dhuha pun aku segera kembali bekerja, sosok bayangan yang tak asing bagiku itu menghampiri ku.
“Kamu makan dulu sana” ucapnya sambil menyentuh pipi cabiku. 

Terkadang perhatiannya tak bisa ku elakkan, kenyamanan tangannya seakan bisa mengalahkan kejengkelanku padanya. Tapi aku takut akan perasaan yang berlebihan ini aku takut terjatuh terlalu dalam,aku takut mimpiku tak jadi kenyataan tapi aku tak bisa berhenti tuk tak memberi perhatianku ini, menghentikan perasaan yang terlanjur terkunci, berhenti berkhayal untuk memilikinya.

Menghentikanya saja aku tak sanggup bagaimana jika kuteruskan pasti semakin sakit, seperti buah simalakama. Kubiarkan perasaan ini  seperti ini terus melaju, kubiarkan terus bersemi. Meski menyakitkan dan terus ku panjatkan doaku semoga Allah mengijabani doaku berjodoh denganya menjadi keinginan terbesarku. Cinta itu datang bukan karena undangan cinta datang dengan sendirinya, cinta yang hanya bisa kupendam tanpa ada keberanian untuk mengatakannya, cinta yang akan ku simpan dan masih ada kesempatan tak akan ku hentikan doaku untuk terus meminta kepada sang pencipta TUHAN JADIKAN DIA JODOHKU. 

Posting Komentar

 
Copyright © 2016 KAMPUS CERITA
close
Banner iklan disini