Cowok : aduh Bebz, nanti aja
telponnya, disini sinyal aku PUTUS
PUTUS ,,, !
Cewek : APPAAA!!! ?
tega kamu ya,,, aku nelpon kamu dari paris ke indonesia kamu malah minta
putus !!! ! SALAH AKU APA COBA !!
Cowok : tuh kan, kamu salah
dengar,,, DISINI SINYALNYA JELEK!!!
Cewek: hikz-hikz-hikz... tega
kamu, kamu putusin aku karena, kamu bilang salah aku
karena aku jelek ???
Cowok : Disini Aku nggak dapat
sinyal ! soalnya Operator aku
Ax*s lagi gangguan, aku sayang
kamu bebz !
Cewek: apaa!! kamu bilang? kamu
dpat gebetan baru, yang
namanya ANIS ? dan kamu lebih
sayang dia? tega kamu ! tega!
Cowok: ya alloh, Mati gue, Bukan
sayang, Aku minta kamu telpon aku sebentar lagi, Aku naik ke
menara dulu, ya,?
Cewek: apa?
oke, aku akan naik
menara eifel, dan aku akan
lompat, dan kamu nggak akan
ngeliat aku untuk selamanya ! dasar BUAYA! HABIS MANIS SEMPAK
DIBUANG !!!
Cowok: *#¥§%$€£
(NGUNYAH hp)
HOROR
CINTA
SAHABAT
SEDIH
KEHIDUPAN (REAL)
Rabu, 10 Agustus 2016
GARA GARA SINYAL
Selasa, 02 Agustus 2016
Suatu Malam di Braga Bandung
Cerita ini berawal beberapa minggu lalu saat saya bersama teman-teman main dan jalan-jalan ke daerah Braga Bandung. Saat itu adalah malam hari dan tepat pada malam jum’at.
Saat itu kami hendak mencari tempat untuk makan malam. Dipilihlah salah satu cafe yg bertema horror disana. Tempatnya sangat unik dan keren dengan beberapa patung, hiasan dan rumah hantu yang menghiasi cafe itu.
Tanpa pikir panjang kami pun duduk di belakang cafe itu dengan halaman yang hijau dan beratapkan langit. Kami pun memesan beberapa makanan untuk makan malam kami.
Teman saya yang memiliki six sence mulai sedikit gelisah, ia nampak sedikit resah. Aku pun bertanya kepadanya, “Kenapa kamu? Ada hantu lagi yang kamu lihat?”
“Iyaa, ada kepala yang nongol keluar dibalik jendela kayu itu. Saya ga tau siapa dia!”. Ia melihat sosok itu tepat dibelakang kami yang sedang duduk di meja bundar berwarna hitam yang ada di belakang cafe.
Kami tak menghiraukan sosok halus yang tadi dilihat oleh teman saya itu. Kami pun duduk dan makan beberapa jam di cafe itu.
Kami pun akhirnya memutuskan untuk pergi berkaraoke di salah satu mall yang terdapat di Braga. Kami pun melewati jalanan berbatu yang ada disana. Braga merupakan tempat yang sangat unik, tidak hanya bangunan tua khas Belanda namun jalanannya pun tidak beraspal namun berbatu kotak berwarna hitam.
Disepanjang jalan Braga malam itu yang sedikit sepi dan hanya ditemani oleh lampu jalan yang indah kami menyusuri jalanan Braga. Bangunan Belanda pun masih kokoh berdiri disana
Kami melihat beberapa bangunan tua yang sudah tidak terawat dan kosong tiada penghuninya disana. Hanya nampak gelap dan usang dimakan oleh zaman.
Teman saya berkata, “Dia ngikutin kita dari belakang!”. Kami semua pun kaget dan sedikit menoleh kebelakang namun tidak ada siapa-siapa disana.
Temanku yg satu itu memang unik. Ia mampu melihat “mereka” yang tidak terlihat oleh kami yang bersamanya
“Braga itu indah yaa ketika malam hari. Banyak om dan tante Belanda yang lagi jalan-jalan disini. Baju mereka terlihat modis sekali!”
“Lihat deh banyak toko yang menjual baju dan orang-orang pucat itu banyak sekali berseliweran di Braga ini. Ini seperti pasar bagi mereka”
Kami kaget mendengar ceritanya, disana hanya terlihat beberapa orang bule saja yg lewat di jalan itu. Karena takut akhirnya kami pun tak mendengarkan ceritanya dan asik dengan handphone yang kami pegang masing-masing.
Saat kami hampir tiba di mall itu. Teman saya berkata lagi. “Astaga! Ada kepala menggelinding di depan kita!”
“Sosok kepala itu berkata. Tolong saya, kembalikan badan saya!”. Teman saya meneteskan air mata saat melihat sosok kepala yang berdarah itu.
Ia tak tega melihat sosok itu sehingga ia menangis. Braga malam itu memang tidak seram dan mencekam, namun ada cerita pilu yang tersimpan dibalik indahnya malam dan kokohnya bangunan Belanda yang berdiri di Braga Bandung
Setelah berkaraoke akhirnya kami pun memutuskan pulang. Teman saya akhirnya bercerita mengenai sosok yang dilihatnya tadi kepada kami saat di mobil menuju pulang kerumah dan kekosan.
Braga adalah salah satu kota fashion internasional saat zaman kolonial dulu. Banyak meneer dan noni Belanda yang jalan dan berebelanja disana
Ketika perang terjadi banyak korban pribumi dan Belanda yang meninggal disana. Bangunan dan baju-baju yang ada pun di hancurkan.
Dan sosok yang kami temui saat di cafe adalah ia salah satu penjaga toko disana yg meninggal terpenggal kepalanya ketika menjaga toko saat itu
Namun sosok itu tak bercerita kepada temanku siapa yang telah memenggal kepalanya saat itu. Dan tempat itu pun kini masih jadi favorit bagi “mereka” yang ada disana hingga kini.
Dari jalanan Braga kami pulang melewati patung pahlawan dan terdapat Sungai Cikapundung ditengahnya.. BERSAMBUNG
Nahh itu dia kisah kami saat main ke Braga. Salah satu kota fashion terbesar yang mirip dengan kota Paris Prancis.
Kata “Paris Van Java” pun berasal dari Braga ini. Baju dan pakaian saat itu pun langsung dibawa dari Paris untuk dijual kepada mereka warga Belanda yang tinggal dan menetap di Bandung
Tapi sayang Braga kini tidak terawat dan indah lagi seperti dulu, banyak yang terbengkalai dan kusam. Namun Braga masih tetap cantik dan megah untuk kita kunjungi baik itu sekedar berfoto atau mencicipi kuliner yang terdapat disepanjang jalanan Braga Bandung.
Mari kita jaga Braga yang indah ini seperti “mereka” yang masih cinta dengan Braga dan menetap hingga kini disana agar menjadi “Paris Van Java” seperti dulu lagi!
LIBURAN TAHUN BARU SI DARNO KE JAKARTA
libur tahun baruan Darno (anak pedalaman jogja)dateng ke Jakarta,
tujuannya bejo sih mau Jalan Jalan aja naik bis besar keliling keliling jakrta
Dengan sok nya dia naik bis warna hijau (sebenarnya sih itu maya---- bha---
tapi bejo tidak menegetahuinya.dia cuman naik naik aja
di jalan kenek berkata,,a yani yani yani.penumpang pun ada yang turun bejo hanya melihat mereka turun dari bis bejo mulai heran dia hanya melihat lewat kaca jendela
lho lalu kenek berkata lagi ,,,gatot subroto gatot gatot..lagi lagi ada yang turun dari bis tersebut bejo pun makin bingung,enak e tinggal dijakarta kalo gini carane
untuk ketiga kalinya sudirman sudirman sudirman,,dan ada saja orang yang turun
hingga bis pun akhirnya sepi waktu sudah menunjukan jam 8 malam,penumpang hanya Darno seorang,tapiii bejo belum berani bilang
hingga akhirnya bis masuk ke pul nya, lalu kenek mendekati Darno dan bilang "ngapain si mas e kok ndak turun?mau ikut ke pul,,,,
Endak pak aku cuma bingung kok belum dipanggil,yang lain kok dipanggil semua ?????
Jumat, 29 Juli 2016
HANTU DORMITORY
Assalamualaikum Wr. Wb. Salam kenal guys, I’m laila fitriani, sebenarnya kejadian ini tahun lalu. Tahun lalu aku baru tamat SMK dan kerja di satu PT didaerah Batam. Dan PT nya itu menyediakan tempat tinggal seperti mess, namanya dormitory. Sebenarnya bukan aku yang alamin, tapi teman aku. Sebut aja namanya divta, tapi aku manggilnya kak divta.
Jadi aku sama si kak divta ini satu kamar, iya 1 kamar itu berisi 16 orang dan tempat tidurnya tingkat 2 semua, kayak anak asrama lah. Dan aku satu tempat tidur sama si kak divta ini, dia dibawah dan aku yang ditingkat atas. Dan aku juga beda shift kerjanya sama dia, jadi waktu itu aku masuk shift sore pulangnya malam. Dia sudah masuk pagi pulangnya sore, saat aku pulang kerja malam dia kan sudah tidur dan dia bangun terus dia cerita sama aku.
Dia bilang waktu aku belum pulang kerja, dia kan tidur, dan saat dia tidur tangan nya itu jatuh kebawah semen dan dia bilang dia ngerasa seperti ada sesuatu yang nyentuh tangan nya. Lebih tepat nya seperti mencakar tangan nya. waktu dia cek kebawah tempat tidur tidak ada apa-apa.
Lalu aku bilang, mungkin tikus yang ada dibawah kolong tempat tidur, tapi dia bilang sudah diperiksa dan ternyata tidak ada apapun di bawah kolong tempat tidur. Jadi siapa yang nyentuh (cakar) tangan nya waktu tidur? dan tambahan lagi, di dormitory kami ini sebelahnya pernah ada orang yang kesurupan. Sekian dulu cerita saya, maaf kurang seram atau apa. Tapi ini nyata, wassalam.
HANTU DORMITORY
Assalamualaikum Wr. Wb. Salam kenal guys, I’m laila fitriani, sebenarnya kejadian ini tahun lalu. Tahun lalu aku baru tamat SMK dan kerja di satu PT didaerah Batam. Dan PT nya itu menyediakan tempat tinggal seperti mess, namanya dormitory. Sebenarnya bukan aku yang alamin, tapi teman aku. Sebut aja namanya divta, tapi aku manggilnya kak divta.
Jadi aku sama si kak divta ini satu kamar, iya 1 kamar itu berisi 16 orang dan tempat tidurnya tingkat 2 semua, kayak anak asrama lah. Dan aku satu tempat tidur sama si kak divta ini, dia dibawah dan aku yang ditingkat atas. Dan aku juga beda shift kerjanya sama dia, jadi waktu itu aku masuk shift sore pulangnya malam. Dia sudah masuk pagi pulangnya sore, saat aku pulang kerja malam dia kan sudah tidur dan dia bangun terus dia cerita sama aku.
Dia bilang waktu aku belum pulang kerja, dia kan tidur, dan saat dia tidur tangan nya itu jatuh kebawah semen dan dia bilang dia ngerasa seperti ada sesuatu yang nyentuh tangan nya. Lebih tepat nya seperti mencakar tangan nya. waktu dia cek kebawah tempat tidur tidak ada apa-apa.
Lalu aku bilang, mungkin tikus yang ada dibawah kolong tempat tidur, tapi dia bilang sudah diperiksa dan ternyata tidak ada apapun di bawah kolong tempat tidur. Jadi siapa yang nyentuh (cakar) tangan nya waktu tidur? dan tambahan lagi, di dormitory kami ini sebelahnya pernah ada orang yang kesurupan. Sekian dulu cerita saya, maaf kurang seram atau apa. Tapi ini nyata, wassalam.
Sabtu, 23 Juli 2016
HANTU PENGHUNI KUBURAN
Cerita hantu penghuni kuburan - seram di kuburan yang diambil dari kisah nyata ini bisa membuatmu merinding. Baca kisah horor dari seseorang yang tinggal di daerah perkampungan ini bersama dengan teman atau keluarga, jangan membacanya sendirian jika kamu adalah penakut karena cerita hantu ini bisa membuatmu ketakutan. Pengalaman menyeramkan dari tukang ojek pangkalan ini bisa memberikan cerita seram bagi semua para pembaca
Cerita hantu pocong ini jangan dibaca sendirian jika kamu adalah seorang yang memiliki karakter penakut. Jauh di sebuah perkampungan di suatu daerah di kab.Bandung Barat, ada cerita horor yang menyeramkan. Kisah ini dialami oleh Heru (nama disamarkan) yang bekerja sebagai tukang ojek di daerah tersebut. Kebetulan saat itu Heru mendapat bagian ngojek bagian malam. Maklum di daerah tersebut tukang ojek sangatlah banyak sehingga mereka membagi-bagi waktu untuk bergiliran sebagai tukang ojek. Heru yang sedang menabung untuk menikahi salah satu gadis di desa sangat ulet dalam bekerja.
Cerita hantu pocong ini jangan dibaca sendirian jika kamu adalah seorang yang memiliki karakter penakut. Jauh di sebuah perkampungan di suatu daerah di kab.Bandung Barat, ada cerita horor yang menyeramkan. Kisah ini dialami oleh Heru (nama disamarkan) yang bekerja sebagai tukang ojek di daerah tersebut. Kebetulan saat itu Heru mendapat bagian ngojek bagian malam. Maklum di daerah tersebut tukang ojek sangatlah banyak sehingga mereka membagi-bagi waktu untuk bergiliran sebagai tukang ojek. Heru yang sedang menabung untuk menikahi salah satu gadis di desa sangat ulet dalam bekerja.
Saat itu Heru mulai stay di pangkalan pada jam 6 sore. Dia di pangkalan bersama 4 orang tukang ojek lainnya yang juga temannya sendiri. Jam 7 malam Heru mendapat penumpang pertamanya, dia mengantarkan jauh ke dalam kampung dekat rumahnya (kebetulan penumpangnya perempuan muda yang baru pulang bekerja sehingga Heru sangat senang). Setelah sampai mengantarkan perempuan tersebut, Heru kembali ke pangkalan dengan melewati jalan pintas agar sedikit mengirit bensin. Heru melewati pemakaman umum yang tidak ada penerangan sedikitpun, tetapi dia cuek saja karena memang belum pernah ada kejadian aneh di pemakaman tersebut.
Singkat cerita Heru sampai di pangkalan. Di pangkalan Heru kembali mengobrol dengan tukang ojek lainnya sambil menunggu penumpang selanjutnya. Jam 7 lewat 40 menit Heru mendapat penumpang keduanya. Penumpang tersebut adalah tetangganya sendiri sehingga Heru mengantarkannya melewati kuburan yang biasa dia gunakan sebagai jalan pintas karena tetangganya itu terkenal pemberani. Setelah selesai mengantarkan, Heru-pun kembali ke pangkalan dengan melewati kuburang tersebut tanpa ada kejadian.
Di pangkalan tepat pada jam 9, teman Heru yang mendapat giliran selanjutnya berangkat mengantarkan penumpang. Heru menyarankan temannya itu untuk lewat ke kuburan agar lebih dekat dan irit bensin. Teman Heru mengiyakan dan dia mengantarkan penumpangnya itu. Teman Heru tersebut kembali ke pangkalan, dan dia berniat jahil untuk menakut-nakuti semua pengendara ojek disitu. “Barusan saya melihat sesosok tuyul di kuburan, hampir saja ketabrak” ujarnya menakuti semua teman se-ojeknya. Heru hanya cuek saja dan menghiraukan temannya itu karena sudah tahu wataknya memang suka jahil.
Waktu menunjukkan pukul 10 lebih, Heru mendapatkan penumpang terakhirnya (laki-laki). Tetapi penumpangnya itu tidak satu arah menuju rumah Heru melainkan ke kampung lainnya. Terpaksa Heru mengambil penumpang tersebut karena jika sudah jam 10 lebih sudah jarang lagi ada penumpang. Heru mengantarkan penumpang tersebut ke kampung yang jauh lebih pelosok dibanding kampungnya. Di tengah perjalanan tiba-tiba penumpang tersebut jatuh pingsan dan hampir terjatuh dari motor. Sontak saja Heru sangat kaget dan langsung menghentikan motornya. Dan di jalan tersebut sangatlah sepi tanpa ada seorangpun serta kendaraan yang melintas disana. Terlihat dari kejauhan ada cahaya yang diduga ada rumah disana. Akhirnya Heru meninggalkan motor dan penumpangnya itu dan berlari menuju rumah tersebut untuk meminta pertolongan. Tetapi sayangnya sesampainya di rumah tersebut tidak ada seorangpun yang berada disana sehingga akhirnya Heru kembali. Namun hal aneh terjadi, penumpangnya itu tidak ada. Yang ada hanya motor Heru dan di jok motornya terlihat ada sedikit darah. Heru mengelap darah tersebut dan bingung harus melakukan apa, akhirnya dia pulang ke rumahnya untuk menceritakan kejadian tersebut kepada ayah dan ibunya. Heru pulang dengan ngebut karena jaraknya masih cukup jauh. Dia juga berniat melewati kuburan yang biasa dia lewati meskipun hari sudah malam dan jam menunjukkan pukul 11 pas. Di perjalanan, tepatnya saat di kuburan, Heru mencium bau busuk yang sangat menyengat. Dia memelankan motornya karena akan melewati kuburan tersebut, tiba-tiba motornya terasa sangat berat seperti sedang membonceng penumpang. Heru menghentikan motornya sambil menoleh kebelakang, tetapi tidak ada apapun di belakangnya. Heru semakin penasaran dan mulai ketakutan, dia melirik ke semua sudut di belakangnya, tetapi tidak ada apapun dan disana hanyalah dipenuhi oleh kuburan. Akhirnya Heru berniat melanjutkan perjalanannya, tetapi motornya tiba-tiba saja mogok. Beberapa kali dia selah motornya tetap saja tidak mau menyala. Akhirnya Heru mendorong motornya, motornya terasa begitu berat seperti sedang membawa seseorang. Baru beberapa langkah mendorong motor, Heru merasa sangat cape. Diapun berhenti mendorong dan menundukkan kepalanya sambil bernafas dengan cepat. Mungkin rasa takut dan bingung yang menyelimuti Heru membuat dirinya sangat lelah. Satu menit dia menundukkan kepala dan bernafas, akhirnya Heru kembali melanjutkan perjalanan. Tetapi saat dia akan mendorong motor, tiba-tiba di depannya, tepat di depan Heru dan motornya ada pocong yang sedang melihat kearahnya. Heru kaget bukan kepalang melihat pocong tersebut. Heru langsung berlari meninggalkan motornya itu sambil berteriak minta tolong.
Sesampainya di rumah, Heru menceritakan kejadian tersebut kepada ayah dan ibunya. Ayahnya langsung pergi ke kuburan bersama dengan saudaranya untuk mengambil motor Heru yang di tinggalkan di kuburan tersebut. Namun ayah dan saudaranya tidak menemukan apapun disana, yang ada hanyalah motor Heru yang tergeletak di sana. Kejadian ini tidak pernah bisa Heru lupakan seumur hidupnya.
PERJUANGAN SEORANG IBU
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.
Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.
Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.
Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.
Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.
Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.
pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna.
Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" .
Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.
Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.
Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.
Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.
Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik keatas mimbar.
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku...... ......... ...
Inti dari Cerita ini adalah:
Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: " Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. .. selamanya".
DILEMA SEORANG PEREMPUAN
CERITA SEDIH (KISAH NYATA)
Pada suatu hari, ada anak perempuan yang sedang menginginkan pacar.anak itu bernama viona. anak perempuan itu berumur 12 tahun, berasal dari keturunan inggris. disaat yang sama juga, ia pergi kesekolah dan bertemu seorang laki laki. Tetapi yang bukan ia inginkan "ihh,cowok itu jelek banget,rambutnya acak acakan, pake kacamata bulet,baju pun tak rapih"
Pada suatu hari, ada anak perempuan yang sedang menginginkan pacar.anak itu bernama viona. anak perempuan itu berumur 12 tahun, berasal dari keturunan inggris. disaat yang sama juga, ia pergi kesekolah dan bertemu seorang laki laki. Tetapi yang bukan ia inginkan "ihh,cowok itu jelek banget,rambutnya acak acakan, pake kacamata bulet,baju pun tak rapih"
saut viona, "ih, kamu jangan begitu!kasihan tau"Ucap Teman Viona (calista)
Keesokan, Hari nya Ia bertemu dengan cowok itu lagi tetapi banyak perubahan "la..lah.. ka..kamu yang kemarin itu??kok cakep.... rambutnya pirang, wajah nya bule,gak make kacamata bulet,baju rapih,mukanya keren"Ucap Viona.ia merasa bingung,lalu cowok itu mengatakan "ya, aku yang kemarin.namaku Steven,umur 13tahun berasal dari amerika.kemarin rambutku berantakan karena buru2, kacamata bulet itu disuruh kakak ku pakai=entah kenapa, ia memaksa=bajuku itu pun belum digosok,rambutku di cat pirang supaya gak berantakan"........(hening)........
"kalau begitu besok Temani aku jalan jalan yuk!" Jawab Viona. Steven pun menerimanya,
Esoknya, Viona bertemu steven lama menyapa nya. " Hey, Stev? Lah,,Baju nya kok gitu,jelek tau gak!"Dengan kasar viona. "ehm, sorry Bajuku disuruh mamaku memakainya, supaya aku tidak kedinginan"Saut Steven.."lah, ini kan masih musim panas, entar lagi kali musim kemarau"
Jawabnya Viona, Mereka Berdua lalu pergi ke toko baju."Stev,ini bagus untuk mu.. apa lagi kau cakep"Dengan lemah lembut viona mengatakannya. Dengan Tenang Steven mengatakan
"Baiklah, kalo itu mau mu aku beli." ........ "e,,ehhh.... Jangan Itu mahal 1juta Dolar itu bisa melunasi biaya kuliah mu nanti"Saut Viona Yang Keheranan.
"tak apa..." Dengan Wajah yang sedih,,,, Steven. Viona lalu menemani steven Photo Box,,"wahh.,, Begini ya rasanya photo box"Saut Steven. dengan Tersenyum Viona mengatakan"Ya, ini yang namanya Photo box, kenapa kau tidak tahu dari dulu???"
"ya,karena aku sering dirumah terus tidak pernah keluar kecuali kesekolah."jawabnya steven dengan sedih dan hampir menahan air mata.
setelah bersenang2 steven dan Viona Berciuman. Dan mereka menjadi berpacaran.
"Bye,stev sampai bertemu Besok"Saut Viona Dengan Bahagia.. "By..Bye Viona"Jawab steve...entah kenapa ia menangis gemetar.
Keesokan harinya..
"ehh, teman teman sekarang aku udah punya pacar loh! namanya Steven dia cakep banget." saut Viona sambil bahagia kegirangan."vin,bukannya kamu bilang dia jelek,dlu?" Jawabnya teman teman Viona. "sekarang udah enggak loh,dia cakep!"jawabnya lagi Viona...
Tiba tiba steven datang dan perubahan nya banyak sekali yang beda kacamata bulet nya dipakai lagi,warna rambut tidak pirang,baju berantakan, Viona langsung lari menangis....
"Tu..tunggu Viona!" Saut Steven dan tidak bisa mengejarnya lagi.
Steven menangis berat Seluruh air mata nya keluar....dan steven pun pergi ke rumah nya.
Sebulan berlalu, Viona tidak pernah bertemu lagi dengan steven yang sudah tidak masuk sekolah,."Steven, dimana ya? udah lama aku gak pernah ketemu... sekarang kan sudah musim kemarau... mungkin dia sakit hati kali yah? ya,sudah deh aku sms dia aja Viona mengatakan di SMS "Stev,maaf ya Karna aku sudah menyakiti hatimu...aku sangat sangat minta maaf stev, semoga kamu memaafkan hatiku"Jawabnya Viona.
Keesokannya, pun steven belum pernah kembali ke sekolah lalu dia menemui kekelasnya. lalu ada anak teman dekatnya steven yang menangis menangis."Dimana Steven berada?kok dia gak pernah kesekolah?"jawab Viona Lalu anak itu menjawab"kamu coba ke rumahnya huhuhu...(sambil menangis)ku..ku...kudengar dengar sih dia... "Jawab Temannya steven
Viona pun tidak menyadari nya sambil menangis2 dijalan yang mau kerumah nya steven. ternyata benar steven terbaring di tempat tidur. yang ada cuma mama nya"hey,kamu siapanya stev?"saut mamanya."sa..saya pacarnya stev (sambil menangis)"Jawab Viona.
"Steven, sudah tiada di dunia ini, sebenarnya ia gak mau kalo orang yang didekatnya tau bahwa di sakit penyakit jantung dan divonis bertahan sampai musim kemarau tahun ini.. ia begitu polos.."Jawab mama nya steven.. Viona pun menangis gemetaran Ia tidak bisa menghentikan rasa nangis nya.lalu ia balik kerumah dan kagetnya ia melihat 1sms Steven yang bertuliskan. "Ya, Viona aku memaafkan mu dari dulu.. aku menderita penyakit,dan tidak mampu bertahan lama.. makasih karna kamu telah menemaniku sampai aku tiada.sekarang aku telah tiada di dunia.sekarang kamu bisa mencari pacar lagi selain aku."seharusnya aku melihat cowo bukan dari wajahnya yang cakep tetapi dari hatinya,, sekarang viona telah menyadarinya dan ia mengatakan "mungkin balasan SMS tadi Malaikat nya Steven."
itu Cerita mengharukan dan inget teman teman kalian jangan pernah merasa cantik cakep dsb.kalian harus memilih laki laki atau perempuan dari dalam lubuk hatinya...
KUMPULAN CERITA LUCU BIKIN NGAKAK 2016
KAMPUS CERITA - Hari ini saya akan membagikan kumpulan cerita LUCU bikin ngakak sampai sakit perut , Kalau kamu nggak sampai ngakak, tolong periksakan dirimu ke Rumah Sakit Jiwa terdekat. Jadi, mending Ngakak atau ke RSJ?
Gambar Pantat: Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Diatas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid, "Gambar apa ini ?"
Tak ayal para murid secara serentak berseru:"Pantat!" Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya.
Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu dengan emosi ia memarahi semua murid: "Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya ?!"
Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papan tulis, ia semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis "Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan tulis!" Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan.
Kereta Api Keparat: Ada seorang pemuda di daerah sumatera utara sana, kebetulan sedang nonton film di bioskop di daerahnya. Salah satu adegan di film itu adalah seorang gadis bahenol yang sedang berusaha membuka bajunya, setelah itu dilanjutkan dengan membuka kaos dalamnya.
Dan akhirnya tibalah pada adegan dimana gadis itu harus membuka juga seluruhnya. Namun sebelum gadis itu berhasil, tiba-tiba ada Kereta Api yang lewat dan menutupi si gadis. Setelah kereta api berlalu si gadis ternyata sudah berpakaian lengkap kembali.
Kecewalah ucok, setelah beberapa saat sempat menahan dentuman jantungnya. Esoknya, si Ucok datang lagi, beli karcis lagi, nonton lagi film yg sama. Dan kecewa lagi. Tanpa kenal kata menyerah, esoknya pun dia masih nonton lagi sampai beberapa hari.
Tukang karcis penasaran melihat hal ini, maka bertanyalah ia. "Hey Lay .. Kalo tidak salah, sudah kau tonton pilem ini berkali-kali? Kenapa masih datang juga?" Si Ucok menjawab, "Ah benar kali itu bang, tapi aku yakin bang, suatu saat, kereta api keparat itu pastilah terlambat."
Takut Didenda: Seorang bapak yang sangat-sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk naik helikopter. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar tapi karena sayang dengan anaknya ia pun setuju.
Setelah sampai di tempat heli, si pilot bilang "Naik bayar U$100, kalau anda bicara diatas nanti didenda U$500 tapi kalau anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih U$1000."
Setelah setuju dengan perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi, "Wah anda hebat, tidak bicara sepatah katapun."
Si bapak bilang, "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" tanya si pilot. "Anak saya jatuh," jawab si Bapak.
Surat untuk Istri: Seorang pria sedang berlibur ke Bali. Istrinya sedang dalam perjalanan bisnis ke Jakarta dan berencana untuk bergabung pada keesokan harinya. Ketika sampai di hotel, pria itu memutuskan untuk mengirimkan e-mail ke istrinya.
Karena tidak berhasil menemukan kertas memo dimana dia mencatat alamat e-mail istrinya tersebut, maka dia mencoba untuk sebisa-bisanya mengirimkan e-mail keistrinya. Sialnya, dia melupakan satu hurup dan e-mail tersebut melesat langsung menuju ke seorang wanita yang suaminya baru saja meninggal satu hari sebelumnya.
Saat wanita yang sedang berduka itu mengecek isi e-mail tersebut, ia berteriak dengan hebat lalu jatuh kelantai dan meninggal seketika. Keluarganya segera berlari ke dalam ruangannya dan melihat isi surat di layar komputer.
"Istriku tercinta, Aku baru saja sampai. Segala sesuatu telah disiapkan untuk kedatanganmu besok."
Alat yang Hebat: Seorang laki-laki datang ke Institute of science merupakan tempat para peneliti memperagakan hasil penemuan mereka dan mendapatkan hak patent bagi penemuan tersebut. "Saya telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa berbicara dengan manusia lain di tempat yang berjauhan."
"Dan saya menamakan alat itu ... TELEPON," katanya. Para hadirin terkagum-kagum. Tak lama kemudian, datang lagi dua orang bersaudara. "Kami telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa terbang seperti burung. Dan kami menamakan alat itu ... PESAWAT TERBANG."
Para hadirin semakin kagum. Tiba-tiba, datanglah seseorang dari Indonesia. "Saya telah menemukan alat untuk bisa membuat Manusia bisa berjalan menembus dinding, kaca dan besi," katanya. Para hadirin Hebohh besar. "Dan Saya menamakan alat itu ... PINTU."
WAKTU AKU SMA
Waktu aku SMA, aku dan teman-teman sempat mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS di daerah Sukabumi. Seperti biasa, kalau kegiatan kayak gini pasti ada acara yang namanya Jurit Malam. Jadi, waktu itu aku dan beberapa temanku menempati beberapa pos yang udah disediakan. Nantinya, setiap peserta harus ‘mampir’ ke pos yang kami jaga. Setiap posnya diisi oleh dua orang. Kebetulan pos tempat aku jaga bersama satu orang temanku itu berdekatan dengan pohon yang besar banget. Dan sialnya, dari 9 pos yang disediakan, aku ditempatkan di pos 8.
Waktu itu kegiatan Jurit Malamnya diadakan sekitar pukul 12 malam. Jadi, teman-teman lainnya yang nggak berada di pos pun membangunkan para peserta LDK. Meski samar-samar aku sempet mendengar suara para peserta saat berada di pos-pos awal, tapi tetep aja aku harus menunggu sekitar 40 menitan sampai mereka datang ke posku.
Sambil nunggu para peserta LDK dateng, aku sama temenku ini ngobrol seru. Tapi obrolan kami terputus, waktu secara tiba-tiba dia nggak meneruskan ceritanya dan raut mukanya berubah. Waktu itu kebetulan emang posisinya dia menghadap ke arah pohon besar itu. Melihat reaksi dia yang seperti itu, aku udah tahu kalau ada sesuatu di belakangku. Tapi karena aku nggak mau ngeliat, jadi aku nggak menoleh ke belakang. Waktu itu si temenku ini juga langsung balik badan, dan duduk di sebelahku. Dia juga bilang ke aku kalau jangan menoleh.
Sebenernya aku juga penasaran apa yang terjadi. Tapi aku baru berani menanyakan temenku ini di besok paginya. Waktu itu dia juga cuma bilang kalau di pohon yang ada di belakangku itu, dia sempet melihat sosok cewek pakai baju putih, berambut panjang, dan senyum ke arah dia. Waktu aku denger ceritanya, aku langsung teriak-teriak histeris. Untungnya, waktu itu aku emang nggak menoleh. Tapi emang, waktu aku mendengar suara peserta dari kejauhan di malam itu, samar-samar aku juga sempet denger kayak suara cewek yang lagi tertawa kecil. Waktu itu aku pikir salah satu temenku yang berada di pos dekatku. Tapi waktu aku tanya temenku apa dia malam itu sempet cekikikan, dia nggak mengiyakan pertanyaanku. – by: Winanti
Kisah Nyata Misteri – “Udah Ngantuk Apa Udah Tahu?”
Beberapa bulan lalu aku emang lagi sibuk banget mengerjakan tugas kuliah. Di tambah lagi, aku juga harus mengurus kegiatan kampus. Jadi, waktu itu emang beberapa kali aku harus ngerjain tugas di perpustakaan kampus sampai malam.
Waktu awal-awal, aku nggak pernah punya perasaan aneh setiap harus berada di perpus itu sampai malam. Entah kenapa waktu itu aku merasa agak insecure. Tapi, karena inget sama tugas yang numpuk, aku cuek aja. Sekitar jam setengah delapanan, aku ngerasa ngantuk banget. Aku berpikir mungkin saat itu aku terlalu capek karena harus mengurus kegiatan kampus juga. Aku sempet melihat sekeliling perpus, dan cuma ada aku, satu orang cewek yang duduk persis di seberangku, dan satu penjaga perpus yang lagi sibuk sama handphone-nya.
Akhirnya, aku membereskan buku-buku dan alat tulisku. Waktu lagi beres-beres, nggak sengaja aku menjatuhkan tempat pensilku. Mau nggak mau, aku harus memungut beberapa peralatan tulisku. Nggak sengaja, aku melihat ke seberang, ke arah meja di mana satu cewek yang kulihat sebelumnya, lagi duduk. Tapi, ternyata yang aku lihat cuma baju putih yang menjuntai, tanpa ada kaki yang terlihat.
Merasa shock, aku segera membereskan mejaku, dan cabut dari tempat itu. Tetapi, waktu aku mau beranjak pergi, cewek itu bertanya, “Mau pulang duluan?” Aku yang yang udah gugup cuma menjawab cepat, “Iya, udah ngantuk.” TIba-tiba cewek itu kembali bertanya, “Udah ngantuk, apa udah tau?” Sppontan saat itu juga aku langsung lari dari perpus.
Esok harinya, saat aku cerita ke beberapa temanku, mereka bilang kalau kejadian seperti itu ternyata juga dialami oleh banyak mahasiswa di beberapa fakultas, dan kejadiannya pun mirip dengan apa yang aku alami.
Kamis, 21 Juli 2016
WANITA MISTERIUS
Hy: nama sy akbar
Asal sulse"umur 21 thn
Nah waktu 2 Bulan kemarin sy dan teman" membentuk sebuah tim untuk pergi mendaki di gunung batu
pada pagi hari kami berangkat ke lokasi dan mulai mendaki.
NAH di tengah perjalanan kami bertemu dengan SEORANG gadis cantik&manis bernama adel.
Kami bertanya kpda.nya
Mau kemana mbak?
Mau naik ke Puncak mas
Jawab adel dengan pelan dan lembutân
Hhmm sama donk kita jg mau ke Puncak seru dari ku kpd adel
Bareng aja yah adel ama tim aku naik ke Puncak
Tanya ku kpd adel
Adel pun menjawab:oh iya boleh mas makasih udah bolehin nanjak bareng NAH di situw lah kita saling kenal dengan adel
Dan del pun sbgai wanita cantik,dan pintar bergaul Ituw...
Jalan demi jalan sudah kami lewati hari mulai gelap
KAMI PUN BERISTIRAHAT DAN MAMBANGUN TENDA Pada malam Itu kami bergantian berjaga malam gar mengantisipasi adanya binatang buas
Teman pertamah aku yg pertama saat Ituw berjaga malam adalah fadel...ketika Ituw fadel melihat adel gadis cantik Ituw keluar yenda dan langsung menuju hutan…
Sempat fadel menyakan mau kemana dan meneriaki nya tapi dia tak merespon kami pun semua nya bangun dan fadel menceritakan semua ke kita.
Pada saat Ituw kami bergegas untuk mencari adel di malam hari dengan penerangan yg minim di tengah hutan yg lebat dan cuaca yg gerimis
Kami pun lelah mencari sudah keliling dari tadi' dan berteriak" tapi tak ada jg tanda" dari adel
Dan sampai kami memutus kan agar mencari nya pada ke'esokan hari nya pada waktu pagi...
Kami menyusun tenda dan dan segerah mencari adel...
Dan waktu Itu kami menemukan tas adel terperosok di pinggir jurang kami mengira adel kelelahan dan tidak sanggup membawa turun tas gunung besar nya Ituw
Kami pun mengambil tas gunung milik adel tersebut dan berniat mengembalikan di rumah nya...
Karena sudah ada alamat yg tertera di dalam tas tersebut
Kami pun turun dan bergegas pulang
Ke'esokan hari nya aku dan tim mencari alamat adel...
Akhir nya ketemu jg tok" tok" tok" sy mengetuk pintu rumah adel adalah seorang ibu yg membuka pintu rumah tersebut
Dia pun bertanya ada perlu apa nak?
Sy menjawab nya ada adel bu'
Ibu Itu bengong dan merasa bingung dengan pertanyaan sy...
Terus sy melanjut kan ini "bu' sy hanya mau ngembaliin tas milik adel..
Waktu nanjak bareng kemarin
Ibu Ituw menangis dan mengajak kami ke belakang rumah nya di sana ada Batu Nisa bertuliskan nama adel...
Yaitu korban yg sampai sekarang belum di temukan di gunung semeru...
Aku dan tim langsung terduduk lemas mendengar kabar Ituw kami bertanya-tanya lantas yg menemani kami mendaki Ituw syapa?
CCTV SEKOLAH.
ini terjadi tahun lalu di sekolah gue...
berhubung sekolah gue boarding school gitu, jadi berita cepet banget menyebar luas. dan ini kejadian di kelas gue, waktu gue kelas 10 di 10 IPS 2. kelasnya pojok dan deket kamar mandi.
1. waktu itu malem hari, guru di sekolah gue iseng banget ke TU dan nyalain CCTV. besok paginya beliau cek, nah kelas gue itu kalo gak salah sih lampunya idup, jadi keliatan jelas banget. ada anak cowo masuk kelas....em, nembus tembok lebih tepatnya. cowo itu pake baju sekolah gue yang warnanya biru. dan yang paling aneh itu sekolah cewe dan area cewe. jadi ngapain coba dia ke sana dan duduk dengan nundukin kepala sampe CCTV itu mati di pagi hari.
2. hari itu sama, malam. di sekolah gue, hampir setiap malem ada agenda tambahan di sekolah buat belajar bahasa. nah CCTV juga waktu itu lupa di matiin sama pihak sekolah. dan lagi2 di kelas gue. kan sial.
selesai belajar, kita keluar. dan di pojok kelas ada bayangan item semacam kuntilanak gitu mungkin jalan ngikutin anak yang terakhir keluar kelas. dan sampe sekarang gue gak tau siapa anak yang terakhir keluar kelas itu...
maaf gak serem. harap maklum, gabisa cerita serem.
ADA YANG MAU MAIN TUH.
Cerita ini terjadi di depan rumah gue yang ada di Bogor. Waktu itu tahun 2010 saat Opera Van Java lagi booming. Gue dan ketiga adik gue lagi nonton OVJ di dapur yang juga ibu gue lagi masak. Waktu itu jam 10 malam. Lagi asik-asiknya nonton, tiba-tiba...
" Kak Syifa kak Syifa Hanan... Hanan" ada yang berseru memanggil nama gue (Syifa) dan ade gue (Hanan). sontak, kita bingung kenapa ada anak yang nyamperin kita main malam-malam.
" Kayak suara Ojan ya, mba?" kata Hanan. Aku mengiakan. Ojan itu tetangga kami yang waktu itu masih kelas 3.
2 adik kecil gue yang kecil-kecil itu juga mengiakan pertanyaan Hanan. segera kami membuka gorden.
tak ada seorang pun. bulu kuduk gue merinding.
kami membuka pintu dan memanggil nama Ojan. tak seorang pun yang keluar.
paginya, gue kebangun jam 4 pagi, sekaligus ingin ikut bapak ke mesjid buat sholat subuh. saat sedang cuci muka di tempat cuci piring,
" Kak Syifa Kak Syifa"
Sumpah gue sebel sepertinya Ojan ngerjain gue Akhirnya gue buka pintu.
tak ada siapapun.
gue memberanikan diri buat nengok ke selokan yang berada di luar pagar, siapa tahu si Ojan ngumpet di sana.
nyatanya, tak ada seorang pun.
Akhirnya gue ngibrit ke dalam rumah. Gue mikir lagi, kalau Ojan nyamper gue, biasanya dia megang pager rumah gue dan pager rumah gue itu berisiknya minta ampun.
dan tadi tak ada suara apapun, sampai suara langkah kaki tak terdengar sekalipun.
siangnya, pulang sekolah gue tanya ke Ojan.
jawabnya : " Enggak kok, gue jam 10 udah bobok nyenyak di rumah, dari abis isya malah. lagi, ngapain gue ke rumah lu malem-malem. kakak cowok gue kali" katanya sambil cengar-cengir.
kakak cowoknya dia sudah mati.
Rabu, 20 Juli 2016
25 NOVEMBER.
Sore ini kembali aku rasakan sakitnya. Lukanya terlalu dalam. Malam nanti, bersama gerimis aku akan pergi tinggalkan kota ini. Terlalu banyak kenangan di sini. Aku rapuh jika tak segera pergi. Besarnya cinta ini selalu hadirkan luka. Dulu aku juga pernah mengalami luka ini, hanya saja tak separah hari ini.
ABIVANIA WIBOWO itu aku. Vanya, panggilanku. 25 Desember 2006. Aku menikah dengan suamiku, NEVAN WIBOWO. Ya, memang tepat pada hari natal, sehari ssebelum tsunami di Banda Aceh terjadi. Nevan termasuk suami yang senang membantu istri, terbukti ketika kesibukanku di kantor menjadikan aku kelelahan hingga tak sempat untuk membuat sarapan pagi. Dia akan dengan senang hati melakukannya untukku. Lalu aku akan dengan terkejut bangun dari tidurku dan segera minta maaf.
6 tahun aku mejalani pernikahan ini, mulailah terlihat beberapa masalah. Sering sekali aku dibuatnya cemburu oleh rekan-rekan bisnis wanitanya. Nevan begitu supel, hingga tak sedikit yang mengenal dan akrab dengannya. Meski anak kami sudah berumur 4 tahun, namun tetap saja aku selalu khawatir, suatu saat nanti Nevan meninggalkan aku. Hingga pada suatu malam saat Raya, anak kami tertidur, seperti biasa aku mengajaknya berbincang sebentar.
“Ayah…”. ucapku memulai percakapan malam ini.
“Ya Bunda…”.
“Aku mau ngasi tahu sesuatu… tapi…” aku berhenti sejenak memastikan ia masih memperhatikan keluh kesahku atau tidak.
“Tapi kenapa bunda…?” tanyanya.
“Tapi Ayah jangan geer ya yaah..!!” ucapku benar-benar polos. Dia tertawa.
“Maksud Bunda apa… Bunda cerita aja… Ayah gak mungkin Geer kok..” jawabnya smbil menyentil hidungku, lantas menjulurkan jari kelingkingnya ke arahku. Aku menyambutnya.
“Aaa…aku cem..buru..” aku langsung membenamkan wajahku pada bantalan kursi di sofa tempat kami biasa nonton TV. Aku menduga pasti Nevan tertawa. Ternyata aku salah, dia hanya tersenyum dan menyingkirkan bantalan itu dari wajahku yang saat itu sudah bersemu merah.
“Bunda sayaang… aku senaaang sekali jika bunda cemburu.. karena itu menjadi bukti bahwa bunda mencintai aku…” Aku rasakan wajahku semakin memerah. “tapi bunda tak perlu cemburu berlebihan, aku disini… di dekat bunda… dan memang tercipta untuk bunda…”, lanjutnya sembari tersenyum menatpku.
“Ayah sendiri… apakah…”
“Kalau ayah nggak cinta mana mungkin hari ini ada Raya…” Padahal aku belum menyelesaikan ucapanku, namun Nevan seperti sudah bisa menerkanya.
“ah Ayaaaah…” rengekku sambil melempar bantalan kursi. Kami pun tertawa.
“Ayah…”. ucapku memulai percakapan malam ini.
“Ya Bunda…”.
“Aku mau ngasi tahu sesuatu… tapi…” aku berhenti sejenak memastikan ia masih memperhatikan keluh kesahku atau tidak.
“Tapi kenapa bunda…?” tanyanya.
“Tapi Ayah jangan geer ya yaah..!!” ucapku benar-benar polos. Dia tertawa.
“Maksud Bunda apa… Bunda cerita aja… Ayah gak mungkin Geer kok..” jawabnya smbil menyentil hidungku, lantas menjulurkan jari kelingkingnya ke arahku. Aku menyambutnya.
“Aaa…aku cem..buru..” aku langsung membenamkan wajahku pada bantalan kursi di sofa tempat kami biasa nonton TV. Aku menduga pasti Nevan tertawa. Ternyata aku salah, dia hanya tersenyum dan menyingkirkan bantalan itu dari wajahku yang saat itu sudah bersemu merah.
“Bunda sayaang… aku senaaang sekali jika bunda cemburu.. karena itu menjadi bukti bahwa bunda mencintai aku…” Aku rasakan wajahku semakin memerah. “tapi bunda tak perlu cemburu berlebihan, aku disini… di dekat bunda… dan memang tercipta untuk bunda…”, lanjutnya sembari tersenyum menatpku.
“Ayah sendiri… apakah…”
“Kalau ayah nggak cinta mana mungkin hari ini ada Raya…” Padahal aku belum menyelesaikan ucapanku, namun Nevan seperti sudah bisa menerkanya.
“ah Ayaaaah…” rengekku sambil melempar bantalan kursi. Kami pun tertawa.
24 November 2012 Bersama Nevan dan Raya aku menyiapkan sarapan pagi ini. Hari minggu pagi, hari dimana kami bisa benar-benar meluangkan waktu bersama. Begitu acara sarapan pagi selesai, kami menemani Raya umtuk bermain bersama teman sebayanya, di taman dekat kompleks kami.
“Bunda…”, Nevan memanggilku. Aku hanya menoleh. Aku tak bisa tersenyum. Ini terjadi setelah Nevan mengatakan bahwa esok ia harus segera berangkat ke Kuala Lumpur untuk bisnis lanjutannya. “Bunda sayang… jangan cemberut gitu dong… Ayah kesana untuk bunda dan untuk Raya… bukan untuk yang lainnya…”. Nevan menggenggam tanganku erat sekali. Aku belum bisa tersenyum untuknya. Aku malah bekaca-kaca. Kulihat Raya masih sibuk dengan permainannnya. “Kita pulang yuuk…” Nevan mengajakku pulang setelah menitipkan Raya pada Ibu pembimbing playgroupnya. Aku hanya menurut saja.
“Bunda…”, Nevan memanggilku. Aku hanya menoleh. Aku tak bisa tersenyum. Ini terjadi setelah Nevan mengatakan bahwa esok ia harus segera berangkat ke Kuala Lumpur untuk bisnis lanjutannya. “Bunda sayang… jangan cemberut gitu dong… Ayah kesana untuk bunda dan untuk Raya… bukan untuk yang lainnya…”. Nevan menggenggam tanganku erat sekali. Aku belum bisa tersenyum untuknya. Aku malah bekaca-kaca. Kulihat Raya masih sibuk dengan permainannnya. “Kita pulang yuuk…” Nevan mengajakku pulang setelah menitipkan Raya pada Ibu pembimbing playgroupnya. Aku hanya menurut saja.
Begitu sampai di rumah, tak kuasa lagi aku menahan luapan tangisku, Nevan memelukku erat. “Ayah, bunda ikut yaa…” rengekku manja.
“kalau bunda ikut… Raya di sini bersama siapa.. kantor bunda gimana… Bunda di rumah saja ya?”
“tapi… bunda seperti punya firasat buruk…” ucapku masih dengan menangis tersedu-sedu. Semakin aku erat memeluk Nevan. Entah firasat apa ini, aku juga tidak begitu tahu. Yang jelas aku tidak ingin Nevan tetap pergi.
“besok… begitu sampai di sana, aku akan langsung menghubungi bunda. Bunda jangan nangis yaa, sebentar lagi Raya datang, kalau sampe dia melihat bunda nangis gimana..?”, ucapnya seraya melepas pelukannya untuk mengusap air mata di wajahku. Aku mencoba tersenyum. Ia mengecup keningku.
“kalau bunda ikut… Raya di sini bersama siapa.. kantor bunda gimana… Bunda di rumah saja ya?”
“tapi… bunda seperti punya firasat buruk…” ucapku masih dengan menangis tersedu-sedu. Semakin aku erat memeluk Nevan. Entah firasat apa ini, aku juga tidak begitu tahu. Yang jelas aku tidak ingin Nevan tetap pergi.
“besok… begitu sampai di sana, aku akan langsung menghubungi bunda. Bunda jangan nangis yaa, sebentar lagi Raya datang, kalau sampe dia melihat bunda nangis gimana..?”, ucapnya seraya melepas pelukannya untuk mengusap air mata di wajahku. Aku mencoba tersenyum. Ia mengecup keningku.
Bersama Raya dan adik bungsuku, aku mengantar Nevan ke bandara. Tak biasanya Raya menangis sekeras ini, hingga aku hampir saja terjatuh karena menahannya meronta-ronta. Untungnya ada Ilham, adik bungsuku yang akhirnya mengajak Raya bermain-main di sekitar bandara. Aku masih tetap bersama Nevan. Erat sekali aku menggenggam tangannya. 15 menit lagi pesawat yang menuju Kuala Lumpur akan di berangkatkan. Namun untukku terasa hanya satu menit saja. Nevan dan teman-temannya melambaikan tengan bersama. Ilham mengajakku pergi sebelum pesawat itu take off, karena itu pesan Nevan untuknya. Baru saja sampai di pintu keluar, tiba-tiba jari manis di tangan kiriku teresa sakit sekali. Aku baru ingat, aku pernah merasakan sakit yang sama ketika Nevan hendak berangkat ke Sidney juga untuk hal yang sama. Namun kali ini sakitnya begitu ngilu aku rasakan. Hingga tas jinjing yang aku bawa, terjatuh. Ilham yang waktu itu menggendong Raya, bergegas membantuku.
Belum selesai aku dan Ilham membereskan barang-barang yang tumpah dari tas jinjingku. Tiba-tiba…
Belum selesai aku dan Ilham membereskan barang-barang yang tumpah dari tas jinjingku. Tiba-tiba…
BLAAAAARRRR…!!!
Terdengar suara ledeakan yang sangat memekakkan telinga. Pengunjung berlari berhamburan. Sayup-sayup aku mendengar teriakan seseorang… “Pesawat yang baru saja akan take off itu meledak…” Mendengar itu, tanpa memperdulikan yang lainnya aku berlari…
“AAAYYYAAAAAAAAAH…” Tampak jelas di sana kobaran api yang menjilat-jilat langit mendung hari ini. “tooolooooong… tolong selamatkan suamiku…!!!” Aku berteriak sambil meronta. Dua orang petugas menahanku untuk tidak menghampiri tempat kejadian. Sempat aku lihat Ilham menenangkan Raya yang juga meronta karena ketakutan. Ilham menghampiriku dan Raya masih sesenggukan dalam gendongannya. Aku sudah lemas, tak kuasa membayangkan mengapa semua ini terjadi begitu saja.
“AAAYYYAAAAAAAAAH…” Tampak jelas di sana kobaran api yang menjilat-jilat langit mendung hari ini. “tooolooooong… tolong selamatkan suamiku…!!!” Aku berteriak sambil meronta. Dua orang petugas menahanku untuk tidak menghampiri tempat kejadian. Sempat aku lihat Ilham menenangkan Raya yang juga meronta karena ketakutan. Ilham menghampiriku dan Raya masih sesenggukan dalam gendongannya. Aku sudah lemas, tak kuasa membayangkan mengapa semua ini terjadi begitu saja.
Menurut para polisi yang menyelidiki kejadian ini, ledakan pesawat terjadi karena seseorang telah dengan sengaja meletakkan bom di toilet pesawat. Diduga pelaku tidak lain adalah orang suruhan dari PT. ANU yang telah sekian lama menyimpan dendam pada direktur perusahaan tempat Nevan bekerja.
Ayah dan Ibu Nevan datang.. mereka langsung memelukku. “ibu… Nevan buuu…” Beliau hanya mengangguk dalam pelukanku. Ayah menggendong Raya yang mulai tenang. Hari ini 25 November 2012. Nevan benar-benar meninggalkan aku. Tidak hanya aku tapi juga Raya, buah hati kami. Dalam do’a tak henti aku menyebutkan namanya. Aku tak kuasa menahan tangis setiap kali Raya bertanya dengan polosnya..
“Bunda…Ayah kapan pulang..?” Tapi setiap kali itu pula Raya akan mendapat jawaban yang sama dariku.
“mungkin besok sayang..” Lalu aku akan pergi dengan penuh air mata sambil menyerahkan Raya pada Babysiternya. Aku mengambil handphone hendak menghubungi ibu. Ada satu pesan yang sejak tragedi itu terjadi tak pernah aku buka karena aku kira itu hanya dari operator saja. Begitu aku buka aku langsung terduduk lemas..
“mungkin besok sayang..” Lalu aku akan pergi dengan penuh air mata sambil menyerahkan Raya pada Babysiternya. Aku mengambil handphone hendak menghubungi ibu. Ada satu pesan yang sejak tragedi itu terjadi tak pernah aku buka karena aku kira itu hanya dari operator saja. Begitu aku buka aku langsung terduduk lemas..
Bunda sayang… ayah pamit yaa… jagain Raya buah hati kita
Langganan:
Komentar
(
Atom
)













